Sekilas Tentang Burung Pleci

Sekilas Tentang Burung Pleci
Dalam artikel pertama di blog MR Cara Burung kali ini, kami akan mengajak juragan semua untuk membahas serba-serbi burung perci dengan judul “Sekilas Tentang Burung Pleci”. Kami yakin juragan semua sudah tidak asing dengan burung kecil berkaca mata dengan kicauan indah ini, atau bahkan dirumah juga sudah memilikinya?

Jangan sampai ketidak tahuan juragan terkait burung pleci menjadikan burung yang juragan rawat menjadi kurang maksimal. Tanpa basi-basi, yuk kita mulai pembahasannya dibawah ini.

Sekilas Tentang Burung Pleci


Burung Pleci adalah burung bertubuh mungil yang memiliki ciri khas pada bagian mata dengan lingkaran putih. Hal inilah yang membuat beberapa kicau mania menyebutnya dengan burung kaca mata atau cici mata.

Dalam alam bebas, burung cici mata mengkonsumsi beberapa makanan seperti serangga dan buah-buahan. Namun makanan yang mereka sukai adalah buah-buahan seperti pisang, apel, mangga, dan buah-buahan lainnya. Mereka hidup berkoloni atau menggrombol dengan sesama Burung Pleci.

Burung kecil dengan tampilan cantik masuk kedalam jenis burung monomorpic, yang artinya burung berkelamin betina dan jantan memiliki tampilan yang hampir sama namun masih bisa dibedakan.
Beberapa penghobi burung biasanya mendapatkan burung ini dari alam bebas, atau membudidayakannya sendiri.

ya, sekarang ini sudah banyak penghobi burung yang mencoba untuk membudidayakan burung perci, dan terbukti burung yang satu ini bisa dibudidayakan seperti burung lainnya, meski harus sedikit lebih giat.

Selain memilki penampilan yang cantik, burung ini juga memiliki suara atau kicauan yang indah sehingga banyak orang yang memeliharanya. Untuk yang berkelamin betina mungkin tidak banyak suara yang bisa dikeluarkan, namun untuk Burung Pleci jantan, ia mampu menirukan suara burung lain seperti prenjak, kutilang, cendet, dan masih banyak lagi lainnya.

Jadi jika juragan MR Cara Burung semua ingin memelihara burung yang satu ini, ada baiknya memilih yang jantan karena mampu menirukan suara burung lain. Namun dalam prakteknya, beberapa penghobi akan memelihara keduanya, baik yang jantan maupun betina, dimana yang betina digunakan untuk memancing Burung Pleci jantan untuk berkicau.

Ciri-ciri Burung Pleci jantan


Seperti yang sudha kami jelaskan bahwa burung ini termasuk kedalam jenis monomorpic dimana jantan dan betina sulit untuk dibedakan. Jika saat ini juragan memiliki burung satu ini dirumah namun belum tahu kelaminnya jantan-atau betina, ada baiknya juragan melihat pembahasan kami dibawah ini.

  • Memiliki paruh yang panjang dan lebih tebal.
  • Ekornya berbentuk V dan ukurannya lebih panjang.
  • Kepalanya lebih besar.
  • Memiliki mata yang besar.
  • Warna putih melingkar pada bagian mata lebih tebal dan terlihat lebih solid.
  • Postur tubuhnya sedikit lebih panjang.

Ciri-ciri Burung Pleci Betina


  • Memiliki paruh yang lebih pendek dan cenderung agak tipis.
  • Panjang ekornya juga lebih pendek dibandingkan jantan, dimana pada bagian ujung rata, tidak berbentuk “V”.
  • Memiliki ukuran bola mata yang normal, tidak besar dan tidak terlalu kecil.
  • Bentuk kaca mata atau putih melingkar pada bagian mata cenderung tipis dan warnanya tidak solid.
  • Ukuran kepala yang lebih kecil.
  • Memiliki postur tubuh yang bulat dan agak pendek.


Level Kicau Burung Pleci


Jika juragan memelihara burung ini sejak kecil, tentu juragan tahu bahwa pada saat masih beberapa bulan burung ini akan berkicau dengan suara kecil dan pelan, lalu meningkat sampai dengan suara lantang.

Seperti burung lainnya, Burung Pleci juga memiliki beberapa level jika dilihat dari kicaunnya. Hal ini biasanya sering digunakan untuk mengetahui sudah dalam tahap apa burung cici kaca mata yang dimaksud. Berikut beberapa level kicauan dalam Burung Pleci.

1. Ngriwik

Pada level ini burung cici kaca mata akan menyisul dengan suara pelan dan tidak terlalu panjang. bisa dibilang si cici latihan dengan apa yang biasanya ia dengarkan. Pada tahap ini dan sebelumnya proses pemasteran sebaiknya dilakukan.

2. Ngalas

Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan burung cici yang sudah bisa menyisulkan suara aslinya dengan lantang seperti pada habitat aslinya. Pda tahap ini burung cici kaca mata akan melantunkan suara “ciw” dengan sangat keras dan rapat.

3. Ngerol

Burung Pleci dikatakan ngrol jika si burung sudah bisa berkicau dengan rapat dan menyambung-nyambung seolah tanpa putus.

4. Ngeplong

Ini adalah tahap puncak, dimana burung sudah bisa berkicau dengan suara yang keras, volume yang lebih berisi, dan memiliki mental yang bagus.

Itulah sekilas tentang Burung Pleci yang kami hadirkan untuk juragan semua dimulai dari pengertiannya, perbedaan antara jantan dan betina, sampai dengan level kicau pada burung cici kacamata.

Sudah sampai sejauh mana burung Burung Pleci milik juragan? Apakah masih dalam tahap ngriwik? Jika iya tentu juragan harus merawat dan melatihnya dengan lebih giat lagi. Jangan lupa untuk selalu memberikan masteran dengan suara yang beragam agar burung juragan lebih mantap lagi.